Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Dampak Kafein Bagi Tubuh Anak dan Ibu Menyusui

Hai Sobat Kosmo, kali ini kita akan membahas dampak kafein bagi tubuh anak-anak. Namun sebelum itu sebaiknya kita pahami dulu apa kafein itu.

Kafein adalah zat yang mempunyai sifat dapat meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung. Apabila terlalu banyak mengonsumsi kafein dapat menimbulkan perasaan gelisah dan khawatir.


Dampak Kafein Bagi Tubuh Anak

Dampak kafein bagi tubuh jika dikonsumsi lebih banyak lagi, bisa-bisa Sobat menjadi cepat tersinggung, kurang tidur, menimbulkan kecemasan tanpa sebab, dan menyebabkan diare.

Kafein juga memiliki efek diuretik ringan yang menyebabkan seseorang jadi lebih sering buang air kecil setelah mengonsumsi kopi. Sehingga memungkinkan menjadi penyebab seseorang mengalami dehidrasi.

Kafein biasanya dimanfaatkan untuk merangsang system saraf pusat dengan menambahkannya ke beberapa jenis makanan. Pada kadar tingkatan yang rendah, kafein bisa membuat orang merasa lebih energik dan bersemangat.

Bagi Sobat yang sering mengonsumsi kafein berlebih biasanya akan mengalami withdrawal syndrome (rangkaian gejala fisik dan psikologis karena berhenti atau mengurangi konsumsi substansi tertentu) saat berhenti minum minuman berkafein secara tiba-tiba seperti sakit kepala, sakit perut, depresi sementara dan mudah marah.

Sekarang kita masuk pada pembahasan dampak kafein bagi tubuh anak-anak.


Banyak sekali orang tua yang melarang anak-anaknya meminum kopi karena kandungan kafeinnya, namun mereka membiarkan anak-anak tersayangnya mengonsumsi minuman ringan yang juga mengandung kafein.

Seringkali penyebabnya adalah karena kurangnya pengetahuan orang tua pada soft drink yang mereka berikan pada anak-anak mereka.

Tidak sedikit beredar makanan dan minuman yang mengandung kafein di pasaran, maka dari itu sebaiknya Sobat teliti dahulu kandungan minuman ringan yang tertera di label kemasannya sebelum menberikannya pada anak-anak.

Di Kanada, ada batasan-batasan yang sudah ditetapkan oleh pihak berwenang yang menyatakan bahwa anak-anak di bawah usia sekolah maksimal menerima asupan kafein sebesar 45 miligram per hari.

Kadar kafein dalam jumlah tersebut sama dengan kadar kafein pada satu minuman kaleng bersoda ukuran 355 mililiter atau empat batang coklat seberat 43 gram.

Setidaknya 60% anak yang mengonsumsi lebih dari 355 mililiter soft drink dengan pemanis per hari berisiko mengalami obesitas.

Minuman berkafein rendah kalori tidak hanya berakibat kurangnya vitamin dan mineral pada anak, tapi juga memiliki risiko kekurangan nutrisi.

Anak yang terlalu banyak minum soda memiliki risiko kehilangan kalsium yang mereka butuhkan untuk memperkuat tulang dan gigi.

Mengonsumsi terlalu banyak minuman berkafein dengan pemanis buatan dapat merusak gigi. Penyebabnya adalah kandungan gula yang terlalu banyak bisa menyebabkan erosi pada enamel gigi.

Sebagai informasi saja, kandungan gula yang terdapat dalam soft drink pada tiap-tiap produk berbeda, tergantung kebijakan tiap-tiap negara juga.

Namun dapat dirata-rata dalam satu kaleng minuman ringan berukuran 350 mililiter adalah 47 mililiter atau 10 sendok teh gula dan 150 kalori.

Organisasi Kesehatan Dunia atau yang kita kenal dengan WHO merekomendasikan asupan gula harian maksimal 25 gram atau setara 6 sendok teh. Apabila asupan gula dikurangi 5 persen dari total asupan energi akan memberikan manfaat tambahan bagi tubuh.

Lalu efek diuretik yang bisa mengakibatkan badan kekurangan cairan akibat terbuang lewat urin, berimbas pada masalah dehidrasi pada anak-anak.

Jadi sebaiknya hindari mengonsumsi minuman berkafein saat cuaca panas, sebab anak-anak justru butuh banyak air untuk mengatasi dehidrasi.

Bagi ibu yang sedang menyusui pun disarankan untuk mengurangi minum kopi. Sebab kandungan kafein pada kopi dapat mengalir ke dalam ASI dan secara tidak langsung dikonsumsi oleh sang bayi.

ASI yang terkontaminasi kafein tersebut bisa menyebabkan bayi menjadi lebih rewel, susah tidur, dan berisiko mengalami kolik. Kolik adalah kondisi ketika bayi gelisah, sulit untuk ditenangkan dan menangis hingga berjam-jam.

Dari pembahasan di atas, bisa dibayangkan bahwa efek kafein pada orang dewasa saja sudah sangat buruk jika dikonsumsi secara berlebihan apalagi jika dikonsumsi oleh anak-anak.

Jadi sebaiknya jangan sembarangan memberikan minuman berkafein pada anak-anak kesayangan kita. Jika bukan kita, siapa lagi yang bisa menjaga kesehatan pautra-putri kita tercinta. Keep positive and stay healthy.