Ada Fitur Anti-Bullying di Instagram | Mantul Banget

Pada jaman dahulu masyarakat Indonesia belum familiar dengan kata-kata bully. Kita hanya mengenal kata-kata seperti dikerjain, diolok-olok, digangguin, dan lain-lain. Namun seiring dengan perkembangan jaman dan pesatnya kemajuan internet, kata-kata tersebut mulai hilang dan berganti menjadi "bully" dan "prank".

Peluncuran Fitur Anti Bully Instagram

Prank sendiri adalah suatu kegiatan mengerjai atau mengganngu orang lain yang bertujuan hanya sebatas lucu-lucuan atau bercanda. Namun status prank tersebut bisa menjadi bullying jika tindakannya kelewatan sampai merugikan atau mencederai fisik sehingga menurut penilaian orang lain bahwa prank tersebut tidaklah lucu.

Untunglah dalam dunia maya tindakan bullying hanya bisa dilakukan dalam bentuk ujaran kebencian, intimidasi, dan ejekan. Hal tersebut seakan sudah biasa netizen lakukan demi memuaskan hasratnya untuk mencemooh orang yang tidak dia sukai. Tak terkecuali orang-orang yang sudah terkenal seperti public figure, artis bahkan presiden pun juga bisa kena bully oleh netizen yang budiman.

Antara menjalani "kehidupan yang berharga" dan berbagi kata-kata bijaksana di internet bukan lagi ruang yang bagus, tidak sama seperti beberapa tahun lalu. Warganet, pengganggu dan penyebar hal-hal negatif atau biasa disebut sebagai haters, itu selalu ada di internet. Sobat Kosmo pasti sering membaca komentar-komentar bernada negatif yang menjurus pada bullying setiap kali menggunakan internet atau bahkan mungkin ada yang pernah mengalami yang namanya di-bully.

Dalam sebuah laporan baru-baru ini, Instagram dinobatkan sebagai aplikasi media sosial paling buruk untuk kesehatan mental Sobat sekalian. Berdasarkan survei di mana rating Instagram semakin menurun karena banyaknya orang memberi nilai buruk pada aplikasi tersebut.

Setelah banyak masyarakat melaporkan insiden yang tak terhitung dari jumlahnya bullying, intimidasi dan promosi hal yang negatif. Dari 5 aplikasi paling populer, termasuk Facebook, Twitter, dan Snapchat, aplikasi Instagram terpilih sebagai aplikasi yang paling berbahaya dalam hal bullying.

Fitur Anti Bully Instagram Comment Warning

Demi memperbaiki rating yang semakin menurun tersebut Instagram memberikan fitur anti-bully baru pada aplikasinya. Fitur ini menggunakan kecerdasan buatan (AI) yang mendeteksi dan mempelajari kata-kata mengandung intimidasi untuk memperingatkan warganet saat menulis komentar.

Fungsi ini bertujuan agar netizen mempertimbangkan kembali apa yang ingin mereka tulis dalam kolom komentar sebelum benar-benar mengirim komentar tersebut dan diharapkan bisa memberi kesempatan bagi warganet untuk merefleksikan atau membatalkan komentar mereka. Sehingga penyalahgunaan aplikasi dan masalah terkait bullying dapat berkurang.

Fitur ini telah diuji coba oleh Instagram. Hasil pengujiannya menunjukkan, peringatan dari fitur tersebut bisa mendorong beberapa orang untuk membatalkan komentar mereka dan membagikan sesuatu yang tidak begitu menyakitkan.

Instagram juga sedang berpikir tentang memaksakan pembatasan pada platform, menghentikan interaksi dari terjadi antara para pengganggu dan para korban.

Fitur Anti Bully Instagram Restriction

Selain fitur cegah komentar bully, Instagram juga menawarkan cara baru untuk melindungi akun dari interaksi yang tidak diinginkan. Fitur yang disebut Restrict ini akan membatasi seseorang berkomentar di posting-an pengguna.

"Dengan 'restrict' ini, Anda dapat melindungi akun Anda dari perundungan tanpa ada notifikasi pada pelaku (pem-bully). Sekali Anda me-'restrict', maka hanya Anda dan pem-bully yang dapat melihat komentar pada unggahan Anda kecuali Anda menyetujui komentar Anda," tulis CEO Facebook Sheryl Sandberg di akun Instagramnya, Selasa 9 Juli 2019.

Setelah Sobat Kosmo mengaktifkan Restrict pada suatu akun, ketika akun tersebut meninggalkan komentar di posting-an Sobat, maka komentar tersebut hanya dapat dilihat oleh Sobat dan orang yang memberikan komentar pada postingan Sobat, sementara warganet lain tidak dapat melihatnya. Ada opsi untuk menampilkan komentar akun yang di-Restrict tersebut, sehingga pengguna lain bisa membacanya.

Fitur Restrict baru akan mulai memasuki tahap pengujian. Belum diketahui kapan fungsi baru ini dirilis untuk semua pengguna Instagram di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

"Dan (fitur) 'comment warning' membuat orang tahu apakah komentar mereka cenderung ofensif sebelum mereka unggah. Uji coba menunjukkan bahwa hal itu mendorong orang untuk membatalkan komentar dan membagikan sesuatu yang menyakitkan," lanjutnya.

Lebih lanjut, fitur baru berteknologi AI ini bakal secara otomatis memberi peringatan kepada pengguna, ketika mengetik komentar yang mungkin dianggap ofensif sebelum di-posting.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel